Secret Admirer
Hingga detik ini Aku selalu terbayang bagaimana rasanya pada saat itu.
Bahagia, hangat, nyaman?
Itulah perasaan-perasaan yang Aku rasakan sewaktu menjadi secret admirer. Dimana selalu bahagia untuk masuk sekolah, menanti-nantikan berakhirnya hari libur, dan menantikan jam istirahat hanya untuk bertemu dengannya. Diam-diam melihat kedalam kelasnya dari luar jendela, melihat kehadirannya dari dalam kelas sendiri saat jam ekstrakurikuler, dan berada di barisan paling depan hanya untuk melihat keberadaannya. Perasaan hangat kini menggerogoti saat mengingat masa-masa dimana Aku baru mengenal pertama kali kehadiran seorang lelaki.
Bahagia saat tahu kalau kita satu kelas, bahagia saat duduk berdekatan karena tuntutan absensi, bahagia saat secara tidak sengaja berpapasan, bahkan Aku merasa bahagia saat tahu kalau tempat bekel kita samaan?
Kepolosanku menggelikan, bukan?
Sedih saat tahu kalau Ia tak masuk sekolah, sedih saat tahu kalau Ia tak ikut study tour, sedih saat tahu bahwa wisuda menjadi saat-saat yang menyedihkan hanya karena mengetahui kenyataan bahwa Aku akan berpisah dengannya. Kau tak akan pernah tahu bagaimana Aku bisa sesedih itu hanya karena tiga hal diatas, lucu memang.
Canggung saat bersebelahan dengannya saat upacara, malu hanya karena tak sengaja bertatap mata, canggung saat ingin memanggil namanya, malu saat Ia mulai memainkan gitar, canggung sekaligus malu hanya karena kita secara tak sengaja foto berdua karena tuntutan teman kelas. Ah, mungkin perasaan itu hanya aku yang merasakannya saja.
Tapi dari semua itu, kini Aku dapat menyimpulkan bahwa memiliki seseorang yang kita sukai adalah saaat-saat terbahagia yang pernah Aku rasakan. Terlepas bagaimana perasaan orang tersebut, Aku hanya bersyukur karena ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan untuk Ku merasakan hal itu. Terkadang memang Aku terlihat menyedihkan bukan, saat tahu bahwa perasaan bahagia itu hanya Aku sendiri yang merasakannya? Bukannya Aku tak tahu malu, tetapi maaf terkadang pun Aku mengharapkan perasaan itu tersampaikan kepadamu dan Kau membalasnya dengan senyuman. Ya, sejauh ini aku sudah tak mengharapkan apa-apa, akan tetapi yang yang kutahu kini bahwa tak ada yang lebih indah dibanding memiliki pengalaman pertama sebagai secret admirer.
Teruntuk Kamu yang entah dimana dan bagaimana kabarnya,
terimakasih telah membuatku merasakan betapa hangatnya menjadi secret admirer. Kau tak akan pernah tahu bahwa Aku pernah menyukaimu sebesar itu, tetapi semoga Tuhan selalu memberikan kebahagian untukmu.
Dari Ku yang secara sukarela menyukaimu dengan bahagia.
10.02.18 : 00.28
Bahagia, hangat, nyaman?
Itulah perasaan-perasaan yang Aku rasakan sewaktu menjadi secret admirer. Dimana selalu bahagia untuk masuk sekolah, menanti-nantikan berakhirnya hari libur, dan menantikan jam istirahat hanya untuk bertemu dengannya. Diam-diam melihat kedalam kelasnya dari luar jendela, melihat kehadirannya dari dalam kelas sendiri saat jam ekstrakurikuler, dan berada di barisan paling depan hanya untuk melihat keberadaannya. Perasaan hangat kini menggerogoti saat mengingat masa-masa dimana Aku baru mengenal pertama kali kehadiran seorang lelaki.
Bahagia saat tahu kalau kita satu kelas, bahagia saat duduk berdekatan karena tuntutan absensi, bahagia saat secara tidak sengaja berpapasan, bahkan Aku merasa bahagia saat tahu kalau tempat bekel kita samaan?
Kepolosanku menggelikan, bukan?
Sedih saat tahu kalau Ia tak masuk sekolah, sedih saat tahu kalau Ia tak ikut study tour, sedih saat tahu bahwa wisuda menjadi saat-saat yang menyedihkan hanya karena mengetahui kenyataan bahwa Aku akan berpisah dengannya. Kau tak akan pernah tahu bagaimana Aku bisa sesedih itu hanya karena tiga hal diatas, lucu memang.
Canggung saat bersebelahan dengannya saat upacara, malu hanya karena tak sengaja bertatap mata, canggung saat ingin memanggil namanya, malu saat Ia mulai memainkan gitar, canggung sekaligus malu hanya karena kita secara tak sengaja foto berdua karena tuntutan teman kelas. Ah, mungkin perasaan itu hanya aku yang merasakannya saja.
Tapi dari semua itu, kini Aku dapat menyimpulkan bahwa memiliki seseorang yang kita sukai adalah saaat-saat terbahagia yang pernah Aku rasakan. Terlepas bagaimana perasaan orang tersebut, Aku hanya bersyukur karena ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan untuk Ku merasakan hal itu. Terkadang memang Aku terlihat menyedihkan bukan, saat tahu bahwa perasaan bahagia itu hanya Aku sendiri yang merasakannya? Bukannya Aku tak tahu malu, tetapi maaf terkadang pun Aku mengharapkan perasaan itu tersampaikan kepadamu dan Kau membalasnya dengan senyuman. Ya, sejauh ini aku sudah tak mengharapkan apa-apa, akan tetapi yang yang kutahu kini bahwa tak ada yang lebih indah dibanding memiliki pengalaman pertama sebagai secret admirer.
Teruntuk Kamu yang entah dimana dan bagaimana kabarnya,
terimakasih telah membuatku merasakan betapa hangatnya menjadi secret admirer. Kau tak akan pernah tahu bahwa Aku pernah menyukaimu sebesar itu, tetapi semoga Tuhan selalu memberikan kebahagian untukmu.
Dari Ku yang secara sukarela menyukaimu dengan bahagia.
10.02.18 : 00.28
Comments
Post a Comment