Sex Education
Sampai detik ini, aku percaya kalau kita (as society) masih tabu sama sesuatu yang berhubungan dengan "sex". Aku gapernah paham kenapa seolah-olah society kita menganggap bahwa sex education itu kurang penting atau bahkan mungkin ada yang berpikir kalau hal tersebut memang tidak penting. Kenapa aku bahas mengenai sex education ini, pertama aku terlalu geram sama respon dari society ketika terdapat suatu kejadian yang berhubungan dengan sex, misalnya sexual harrassment. Semisal (aku mengambil contoh ini berdasarkan beberapa pengalaman dari netizen yang aku baca di kolom komentar seorang influencer di suatu channel Youtube), ada seseorang yang terkena sexual harrassment, dan dia mencoba memberanikan diri untuk speak up dengan menceritakannya ke orang terdekat (bisa keluarga maupun sahabat), dan kau tahu bagaimana respon dari orang terdekat dari orang yang terkena sexual harrassment tersebut? mereka mengatakan untuk bersabar, menyuruh untuk tidak menceritakan hal tersebut ke siapapun karena hal tersebut dirasa sebagai "aib", atau bahkan ada yang sampai menganggap kalau korban atau orang yang terkena sexual harrassment tersebut sebagai attention seeker.
Aku speechless.
Jujur, aku pernah berada di posisi sebagai teman dari korban sexual harrassment. Bagaimanakah responku saat itu? aku hanya mengekspresikan se-kaget apa aku saat mendengar cerita tersebut, kemudian bertanya berkali-kali mengenai apakah kejadian tersebut benar terjadi, dan setelahnya karena aku terlalu kaget aku kemudian diam. Dan temanku yang lain yang ikut mendengarkan ceritanya tersebut pun ia diam dari awal sampai akhir, dan kemudian ia berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan. Dan hari ini pun ternyata aku sadar mengenai bagaimana caraku merespon saat teman sendiri mengalami kejadian sexual harrassment. Ternyata selama ini aku baru sadar bahwa aku sendiri pun masih bingung bagaimana cara merespon hal-hal yang dianggap masih tabu di society kita ini. Dan melihat keadaan sekarang, ternyata sex education masih menjadi prioritas ke sekian untuk dilakukan. Cukup miris bagiku untuk sadar akan hal ini.
Sex education yang dilakukan sejak dini menurutku sangaaat penting. Se-penting itu. Mengingat aku sendiri pun cukup banyak membaca beberapa pengalaman orang lain yang pada intinya banyak sekali yang telah mengalami sexual harrassment ini sejak masih kecil, entah dilakukan oleh keluarga (ayah kandung, paman, dll), guru, bahkan teman sendiri. Aku mengambil kesimpulan bahwasanya anak yang tidak diberi sex education sejak dini, tidak mengetahui bahwa suatu tindakan yang dilakukan oleh orang lain, misalnya memegang private area nya dia sendiri, adalah sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan, dan sangat besar kemungkinan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh orang lain tersebut termasuk sexual harrassment. Sex education itu menurutku menjadi suatu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai bentuk pencegahan dari adanya sexual harrassment di masa yang akan datang. Dengan dilakukannya sex education sejak dini pun dapat memberikan kesadaran bahwa apabila seseorang melakukan atau mengatakan atau menuliskan sesuatu tentang suatu private area yang ada pada dirinya itu termasuk sexual harrassment dan kita pun jadi tahu bagaimana cara meresponnya apabila hal tersebut terjadi, yakni dengan speak up ke siapapun yang dia anggap sebagai seseorang yang dipercaya.
Selain itu, hal penting lainnya yang mungkin perlu dijelaskan ialah bagaimana cara terbaik untuk merespon dan berempati apabila seseorang mengalami sexual harrassment. Dengan mengetahui respon yang baik dan berempati (mungkin dilihat dari sisi psikologis) apabila seseorang mengalami sexual harrassment, kita seperti menolong orang tersebut dari keterpurukan, penderitaan yang dia alami, yang sangat memungkinkan bahwa kejadian tersebut dapat membawa trauma. Karena apabila salah dalam hal memberikan respon kepada orang yang telah mengalami sexual harrassment tersebut, kamu dapat menambah beban kepada korban, dan sangat memungkinkan menjadikan korban depresi berat, yang bahkan bagaimana perasaan dari korban yang mengalami depresi berat tersebut mungkin tidak ada yang tahu akan berakhir seperti apa.
So, dengan adanya sex education setidaknya sedikit (atau mungkin banyak) mengubah persepsi atau stereotip yang ada pada society kita ini, karena kita dibuat sadar akan pentingnya mengetahui sexual harrasment dan respon kita terhadapnya. Sehingga mungkin akan tercipta society yang tidak men-judge seenaknya kepada korban sexual harrassment, tetapi society yang saling memiliki empati yang besar dan mendukung korban untuk mendapatkan keadilan. Oleh karenanya dengan ini aku sangat amat mendukung adanya sex education. Mau sampai kapan persoalan mengenai sex akan selalu dipandang tabu dan rape culture akan selalu berkembang di society kita ini.
Yuk, kita mulai secara perlahan untuk menjadi bagian dari society yang peka terhadap permasalahan sekitar! :)
15.02.2019.
13.26.
Aku speechless.
Jujur, aku pernah berada di posisi sebagai teman dari korban sexual harrassment. Bagaimanakah responku saat itu? aku hanya mengekspresikan se-kaget apa aku saat mendengar cerita tersebut, kemudian bertanya berkali-kali mengenai apakah kejadian tersebut benar terjadi, dan setelahnya karena aku terlalu kaget aku kemudian diam. Dan temanku yang lain yang ikut mendengarkan ceritanya tersebut pun ia diam dari awal sampai akhir, dan kemudian ia berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan. Dan hari ini pun ternyata aku sadar mengenai bagaimana caraku merespon saat teman sendiri mengalami kejadian sexual harrassment. Ternyata selama ini aku baru sadar bahwa aku sendiri pun masih bingung bagaimana cara merespon hal-hal yang dianggap masih tabu di society kita ini. Dan melihat keadaan sekarang, ternyata sex education masih menjadi prioritas ke sekian untuk dilakukan. Cukup miris bagiku untuk sadar akan hal ini.
Sex education yang dilakukan sejak dini menurutku sangaaat penting. Se-penting itu. Mengingat aku sendiri pun cukup banyak membaca beberapa pengalaman orang lain yang pada intinya banyak sekali yang telah mengalami sexual harrassment ini sejak masih kecil, entah dilakukan oleh keluarga (ayah kandung, paman, dll), guru, bahkan teman sendiri. Aku mengambil kesimpulan bahwasanya anak yang tidak diberi sex education sejak dini, tidak mengetahui bahwa suatu tindakan yang dilakukan oleh orang lain, misalnya memegang private area nya dia sendiri, adalah sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan, dan sangat besar kemungkinan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui bahwa apa yang dilakukan oleh orang lain tersebut termasuk sexual harrassment. Sex education itu menurutku menjadi suatu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai bentuk pencegahan dari adanya sexual harrassment di masa yang akan datang. Dengan dilakukannya sex education sejak dini pun dapat memberikan kesadaran bahwa apabila seseorang melakukan atau mengatakan atau menuliskan sesuatu tentang suatu private area yang ada pada dirinya itu termasuk sexual harrassment dan kita pun jadi tahu bagaimana cara meresponnya apabila hal tersebut terjadi, yakni dengan speak up ke siapapun yang dia anggap sebagai seseorang yang dipercaya.
Selain itu, hal penting lainnya yang mungkin perlu dijelaskan ialah bagaimana cara terbaik untuk merespon dan berempati apabila seseorang mengalami sexual harrassment. Dengan mengetahui respon yang baik dan berempati (mungkin dilihat dari sisi psikologis) apabila seseorang mengalami sexual harrassment, kita seperti menolong orang tersebut dari keterpurukan, penderitaan yang dia alami, yang sangat memungkinkan bahwa kejadian tersebut dapat membawa trauma. Karena apabila salah dalam hal memberikan respon kepada orang yang telah mengalami sexual harrassment tersebut, kamu dapat menambah beban kepada korban, dan sangat memungkinkan menjadikan korban depresi berat, yang bahkan bagaimana perasaan dari korban yang mengalami depresi berat tersebut mungkin tidak ada yang tahu akan berakhir seperti apa.
So, dengan adanya sex education setidaknya sedikit (atau mungkin banyak) mengubah persepsi atau stereotip yang ada pada society kita ini, karena kita dibuat sadar akan pentingnya mengetahui sexual harrasment dan respon kita terhadapnya. Sehingga mungkin akan tercipta society yang tidak men-judge seenaknya kepada korban sexual harrassment, tetapi society yang saling memiliki empati yang besar dan mendukung korban untuk mendapatkan keadilan. Oleh karenanya dengan ini aku sangat amat mendukung adanya sex education. Mau sampai kapan persoalan mengenai sex akan selalu dipandang tabu dan rape culture akan selalu berkembang di society kita ini.
Yuk, kita mulai secara perlahan untuk menjadi bagian dari society yang peka terhadap permasalahan sekitar! :)
15.02.2019.
13.26.
Comments
Post a Comment